Jika anda sekarang punya uang sisa, katakanlah ada 1 juta rupiah, entah itu dari bonus terakhir anda, hadiah, komisi penjualan, akan anda investasikan atau belanjakan kemana?
Bagi yang berpikiran konsumtif mungkin akan segera ke toko elektronik untuk ditukarkan dengan seperangkat mini mp4 player, atau digital camera, atau mungkin dengan handphone sederhana dengan fitur-fitur terbaru...
Pernahkah terpikir di benak anda untuk membelanjakan atau menukarkan uang anda dengan setumpuk besi tua?
Saya pernah punya pengalaman membelanjakan sisa uang saya dengan beberapa kuintal aluminium bekas.
Kebetulan ada salah seorang kustomer saya yang menawari untuk menampung limbah aluminium dari tempat di bekerja, meskipun jumlahnya tidak banyak, hanya beberapa kuintal saja. Waktu itu saya punya uang sisa di kantong kira-kira 3,2 jt an. Waktu itu saya bisa dapat harga aluminum bekas seharga Rp. 16,000,- sekilo, jadi saya total dapat 2 kuintal / 200 kg aluminium. Saya hanya dapat gambaran harga jual aluminium di lapak besi tua berkisar antara Rp. 20 ribuan.
Besi tua itu hanya saya tumpuk saja selama beberapa hari, tanpa saya usahakan untuk di jual. Tentu apa yang saya lakukan mengundang sedikit pertanyaan dari istri saya.
Beberapa orang sudah ada yang menawar dengan selisih 1-2 ribu saja dari harga beli saya, tapi belum saya lepas karena memang belum terlalu perlu uang cash.
Tetapi pada saat masa pendaftaran sekolah tiba, tentu saya perlu uang cash saat itu dan saya mulai tawar-tawarkan ke beberapa kenalan yang mau ambil alumnium bekas tersebut. Saya sengaja tidak menawarkan sendiri ke lapak-lapak besi tua karena ga mau terlalu repot. Tawaran terakhir jatuh ke seorang teman yang mau menampung dengan harga Rp. 19,500 per kilo. Saya tahu harga itu masih kurang bagus, tetapi toh karena teman sendiri yang mau beli jadilah saya lepas dengan harga tersebut. Jadi total pembelian Rp. 3,900,000,-
Nah dalam sekian hari saja, tanpa usaha terlalu keras saya bisa dapat profit Rp. 700,000 atau 21% dari modal awal saya. Lumayan kan?
Coba bandingkan dengan kalau uang Rp. 3,2 juta anda ditukar dengan handphone terbaru, dan anda jual handphone tersebut beberapa hari kemudian, pasti nilai tukarnya sudah menurun beberapa ratus ribu.
Dari hal iseng menampung besi tua tersebut baru saya ngeh kenapa banyak lapak besi tua tumbuh subur di sekitar kita terutama di lingkungan industri dan pabrik.
Yang penting tetap pegang prinsip buy low - sell high....
Nah ada yang mulai mau nimbang besi tua???
Sunday, June 8, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
makan siang di Lido bareng hamzah.
No comments:
Post a Comment